Life, stranger than fictions..

Welcome to my blog! It's a pleasure to have you here reading my hyperbolic scribbles. Some are archived stuff from my other blogs (inactive ones), some are brand new ideas. My words will be too much, overrated, out of line, dysfunctional, confusing, impractical and sometime don't make any sense. But in a hand, they have released my tense.
So enjoy these imaginarium of free mind. In a case you are interested to drop a line, or jes wanna appreciate any posts, don't be hesitate. Do your deed! Release those hustle-bustle inside your brain!

Showing posts with label funny story. Show all posts
Showing posts with label funny story. Show all posts

Thursday, March 17, 2011

Ada apa di bawah pohon? [archieve]

Kalau ada film berjudul “Under The Tree,” lantas apa yang tersirat di benak Anda? Inilah catatan ringan saya (khayalan menyesatkan!) sebelum pergi menonton peluncuran film besutan sutradara Garin Nugroho di Blitz GI Kamis lalu. 


Under The Tree = Undur-undur. 
Mungkin cuma saya yang langsung mengasosiasikan frasa itu dengan binatang kecil ini. Konon, sewaktu masih kecil saya doyan mengorek-orek sarang mereka. Well frankly I often did to any other, such as black ant and earthworm. Saya suka memperhatikan mereka dari jarak dekat; bentuknya bulat seperti kutu caplak, badannya berbuku-buku, dan punya sepasang claws yang cukup seram dalam pembesaran 10 kali lipat. Sebenarnya rada mirip binatang di zaman dinosaurus, nggilani juga kalau bermutasi ke ukuran seekor kucing…

Under The Tree = Parpol Zaman Orba.
Ngerti dong maksud saya? Secara sekarang sudah dekat wayahnya PEMILU, jadi parno ke situ. Mungkinkah Parpol mengintervensi area sinematografi? Possible. Begini tagline-nya: "Di bawah naungan pohon beringin, rakyat Indonesia akan meraih kembali masa-masa keemasan. Harga bahan pokok terkendali, rakyat makmur, negeri aman tentram loh jinawi…"

Under The Tree = Adem, semilir angin. Jadi pengen tidur, deh!
Ah, kalau yang ini persepsinya si Iw-iw. Terbukti benar. Tak lama film diputar, dia langsung pasang kuda-kuda molor. Mengangguk-angguk seperti anak ayam mau tidur gitu. Beberapa kali sukses terbentur bangku di sebelah kirinya. Anyway, kita nontonnya di tangga (maklum penyusup).

Under The Tree + Garin = Garin(g).
Adegan mendayu-dayu, berpanjang-panjang di simbolisasi, ending menggantung, eksploitasi perempuan dengan gerakan-gerakan tubuhnya, casts yang cantik dan ganteng, cameo seniman/figur publik, semi-dokumentasi. Buat yang biasa nonton film Hollywood, action pula, jangan coba-coba!

Under The Tree + Marcella Zalianty = Infotainmen.
Dia lagi kasus ‘kan… Pasti laler-laler media menyerbu datang, berharap si nona muncul di sana. Ini mah ditanggung terbukti. TERBUKTI! Makanya kita-kita sampai enggak dapat jatah bangku…




Monday, January 31, 2011

[archieve] Cerita seputar selular

Siapa manusia Jakarta yang sehari-harinya tidak dilengkapi alat komunikasi yang paling mobile, selular? Selular, handphone, atau HaPe, sudah bukan barang mewah lagi. Mungkin yang bikin beda kasta cuma tipe atau kecanggihan si gadget. Sekarang ini rupa-rupa fitur dipepatkan dalam alat berdimensi sekecil itu: kalkulator, alarm, kamera, speaker stereo, perekam bunyi, pemutar musik, radio, penangkap siaran tivi, sampai koneksi internet. Semua dimaksudkan untuk memudahkan hidup sang pemilik. Itu kata pabrikan yang bikin...

Ada nih seorang teman baik yang gemar ganti-ganti HaPe. Dulu, waktu kami sering berwisata kuliner, dia merasa butuh HaPe dengan kamera beresolusi tinggi. “Untuk menangkap momen dan ambien,” katanya. Lama-lama perjalanan kita rada melambat karena isu berat badan dan penipisan isi dompet. Percakapan-percakapan panjang di tengah malam pun berkurang drastis. Maka dia membeli HaPe lain dengan bersistem CDMA. Karena tarif murah, kilahnya. Tapi kemudian dia kerepotan karena harus pegang dua HaPe. Digantilah set HaPe CDMA bawaan operator dengan sebuah HaPe yang mampu memakai dua sistem CDMA dan GSM. HaPe dengan kamera resolusi tingginya diberi nomer GSM lain. Jadi, dua HaPe masih di genggamannya. Terakhir, HaPe berkamera ditukar tambah dengan HaPe super canggih yang berparas dan berperilaku bak Blackberry. Katanya, HaPe itu bukan untuk bertelepon ria melainkan untuk koneksi internet. “Dengan begini, bisa selalu update status di fesbuk,” ujarnya. Dia tetap pegang dua HaPe lainnya.







Teman yang lain mendapat pinjaman (lungsuran) HaPe berdimensi mirip Blackberry dari kantor barunya. Satu-satunya cacat dari selular itu adalah ‘kelemotannya’: makan waktu 5-6 menit untuk mengirim 1 pesan SMS. Selama proses pengiriman tidak bisa menerima panggilan. Rencananya benda pinjaman itu akan ditarik lagi oleh pemiliknya, maka teman saya siap-siap mencari pegangan baru. Pilihan jatuh pada HaPe setipe dengan yang dimiliki teman baik saya di atas. “Gue butuh koneksi internet, Cip. Lagipula HaPe itu sudah 3.5G kan? Pasti cepat deh,” begitu dia berargumen. Tapi apa daya, ketika kita browsing ke mal, isi dompet tidak memadai. Bantuan kartu kredit saya juga tidak menolong. “Gila, mahal banget!” jeritnya. Alternatif tipe lainnya tidak dilirik sama sekali. Susah memang kalau pilihan sudah jatuh pada tipe yang paling superior. Lainnya jadi terlihat kuno sekali!

Lain lagi dengan sepupu saya yg selalu berubah HaPe setiap kali kami bertemu. “Sekeun. Beli dari tetangga. Murah mbak,” katanya. Di lain waktu, dia sudah pegang HaPe baru, “Yang ini bisa simpan MP3 sampai 100-an!” Tak lama, HaPe dia sudah lain lagi. “HaPe ini ada banyak games-nya, mbak. Lihat tuh, ada Sims. Kapasitas memorinya besar,” jelasnya. Saya tersenyum saja melihatnya.

Abang saya terkenal sangat slebor dg HaPe (dan barang-barang lainnya). Entah melayang kemana alam sadarnya, tapi HaPe dia hampir tidak pernah bertahan lebih dari sebulan. Kalau tidak tertinggal di suatu tempat, ya hilang diambil pencuri (karena tergeletak sembarangan). Pernah secara tidak sengaja saya menemukan HaPe dia di balik tumpukan majalah dan koran, dalam keadaan mati (batrenya habis). Setelah dihidupkan, ada sekitar 20-an miscall dan sejumlah SMS baru.

Ada lagi teman SD yg suka mengunduh ringtone dan gambar-gambar dari HaPe saya. Terakhir HaPe-nya malah dibeli teman sekantornya karena kontennya dinilai bagus. “Ditawar tinggi. Sebenarnya sayang, tapi kapan lagi? Keburu harganya tambah jatuh,” begitu jelasnya. Dia lalu membeli HaPe baru lainnya, yang kapasitas penyimpanannya besar. Lalu dia mulai mengunduh semua konten dari HaPe saya. “Tapi suaranya bagusan dari HaPe elu, ya?” sesalnya. HaPe sebelumnya se-merk dengan HaPe saya.



Saya sendiri sudah pegang HaPe yg sekarang selama 4 tahun lalu. Generasi pertama yang berfitur kamera dengan resolusi lumayan. Kapasitas penyimpanannya amat kecil dibanding HaPe-HaPe masa kini. Saya beli ketika baru diluncurkan, jadi terbayang harganya masih sangat tinggi. Kondisinya sudah lumayan belel. Selain sering terjatuh, pernah beberapa kali tercebur ke got tempat wudhu’ dan (maaf) kloset. Blup-blup-blup, trus mati. Saya hampir pingsan waktu pertama kali sadar HaPe masuk ke dalam kloset. Sesuai petunjuk saudara yg pernah bekerja di tempat reparasi selular, saya langsung membuka batre, sim card, dan berusaha mengeringkannya. Mulai pakai tissue, hairdryer, disinari lampu duduk, sampai dijemur di terik matahari. Tiga hari dunia sepi karena HaPe ko'it. Alhamdulillah, HaPe itu menyala lagi di hari keempat, meskipun ada bercak jalan air di display-nya. Saya berkaca-kaca sedih melihat bercak itu. Khawatir kalau tiba-tiba blep, mati. Mau dilego juga pasti harganya anjlok, atau malah tidak ada yg mau beli. Tiap malam HaPe itu saya letakkan di bawah sinar lampu duduk di samping tempat tidur. Ajaib. Sebulan kemudian bercak itu hilang!


Awal tahun lalu saya sdh ancang-ancang mau ganti HaPe. Tapi batal gara-gara musibah mobil tertabrak bus. Awal tahun ini sedikit terpikir untuk lihat-lihat HaPe baru. Tapi kok sepertinya HaPe tua saya masih bagus, ya?

Ngomong-ngomong HaPe tua, sebenarnya saya harus malu dengan teman saya yang lain lagi. Dia manajer pertunjukan sebuah teater seni yang sedang hip di Jakarta. Teman saya ini bergaul dengan berbagai kalangan, gayanya cukup trendi, dan up-to-date dengan kemajuan zaman. Pasti Anda mengira HaPe-nya semodern pemiliknya? Tidak, salah. Sure, dia pegang dua HaPe (menandakan pemiliknya sibuk), tetapi dua-duanya “busuk”! Salah satunya dari merk yang sekarang sudah tidak eksis lagi, yang kalau diaktifkan langsung memancarkan cahaya biru mesum. Belum berwarna lengkap spt HaPe-HaPe sekarang. Bentuknya mirip ulekan batu dari zaman prasejarah, lapisan luarnya kusam dan ngletek di sana-sini. HaPe satunya lagi lebih parah. Setiap kali ada panggilan, teman saya akan langsung menjawab: “Maaf, gue lagi sibuk. Kirim SMS aja, tulis urusan elu di situ. Nanti gue akan hubungi elu.” Banyak yang komplen, menduga itu voicemail. Tidak, salah lagi. Sesuai bocoran dari teman saya ini, suara lawan bicaranya konon sudah tidak bisa didengar lewat receiver HaPe itu. Makanya dia meminta lawan bicara untuk kirim SMS. La wong pas diangkat enggak terdengar suara apa-apa! He-he-he… Tapi teman saya tidak mau mengganti HaPe busuknya itu. “Buat apa? Yang penting ‘kan berfungsi. HaPe itu untuk menelepon, so far gue masih bisa pakai kok!” kilahnya. Benar juga.



"Cellular Film Grain," www.danceantonini.org




Saya jadi malu kalau tiba-tiba berhasrat ingin mengganti HaPe. Kondisinya masih baik. Lagi pula belum ada fitur tambahan yang mengakomodir kebutuhan saya: setrikaan. Jadi, bisa merapikan blus kusut sambil menjawab panggilan.

“Ring, riiing...!”
“Halo? Ouch! My ear!”

Monday, January 17, 2011

[archieve] Durian's night story

Been a while never hung out with my dearest friend, Cucur. So since she appeared online this evening (after a series of tiring, brain-sucking meetings) I asked if we could have a dinner tonight. "I'm penniless," she remarked. So did I, dude! "We don't have to spend money, buy dinner at fancy restaurant like we used to," I replied. "But I want to have dinner in a fancy resto with you. Wait until I become a rich gurl again. Go and swear to me!" she teased me. Oh c'mon, she's currently in Madam Laksmi Pamuntjak's Food Guide 3rd Edition project. I bet she could swim in her money. "GUE SUMPAHIN KAYA, LO!" that's what I wrote in my YM though. "What's that capital letters?" she asked. "Well Tuhan lebih perhatian kalau permintaan umatnya ditulis pake huruf besar," I replied. Hehehe..

We arranged to meet at Soto Ceker (she called it 'Cekribirawa') in front of American Grilled Sabang. I went to buy Alicia Keys' CD at DS, then went straight to the boot to see her. There were Anita and Barki, enjoying their Soto Ceker. Seemed delicious. But my stomach was full from meetings' snacks and lunch box. I had it for that day.


Cucur had her soto, but I knew she only ate a little of it. Typical of her. Not to mention this soto contained too much MSG that she hate so much since it is often caused her headache. Yet, I noticed that Anita was having two bowls of this soto, also fried duck and a glass of orange juice. She's the best when it comes to eat! 


While chewing her chicken feet, Barki told us about his unsuccessful experience of buying Durian. "Nggak manis! Padahal habis 30ribu," he exclaimed. "Kita beli Durian lagi yuk di Total?" he came up with this idea.


Anita had a better one. "Let's go to Pasar Genjing! There are lots of Durian with much cheaper price," she said. "Ah yes, better go to Genjing than Total!" Cucur agreed. "OK," Barki finally agreed. "But we should wait for Paul, he wants to have soto. You will join us to Genjing right, Cip?" she asked.


Durian. Yum! Simply irresistible. I was having a cup of es Durian last Saturday when I had an assignment at Bogor, the taste is still linger in my tongue. I enjoy Durian since my childhood, but as I grow up I don't recall the time I bought Durian by myself. That's strange. I only had it if mom or dad or any body else bought it. But I never deliberately had it. I don't think I should and I'm not capable of picking the right Durian it'll only make me disappointed. Buying Durian is close to gambling though.


So there we were; Cucur, Anita, Dewan, Barki, Paul, and I, starred at these piles of Durian in one of the trader along Pasar Genjing's street. Honestly I didn't know which one was which, Anita had taken all the charge. "Nih, eat! You can have 3 delicious Durians only for 50 grand," Anita pointed at these mouth-watering Durians she picked at the trader. Barki took the first and dipped his finger with ecsstacy. "Sweet," he remarked. Paul only smiled. He refused to have it that night. "Not in the mood for Durian," he said. "This is good!" remarked Cucur. Anita smiled in her greatest satisfaction. "Have it, Cip!" she invited. So I took mine, brought it into my mouth, and..

 
The world had stoped. 

No sounds. 
All my senses and every part of my body suddenly switched off and rested peacefully. 
It was only my tongue and the upper part of my mouth that were chanting this bizzare, magical spell. 


They sang such a beautiful song; of a sweet, tasty, rich flavor of a heavenly fruit called "Durian".


Anita and piles of durians



Saturday, January 15, 2011

Ensiklopedia "BOKER"



Saya masih terus saja tertawa membaca tulisan ini, walaupun sudah berkali-kali. Sayangnya saya tetap belum mengetahui siapa pengarangnya, cause he's truly a great observer and deserves a compliment. Thanks to Ening 'Cucurinawati' who once sent it to me; Love it sooo much! :p



TOKAI TANPA BAYANGAN
Jenis ini adalah ketika Anda merasa ada tokai yang keluar, melihat tokai ketika cebok, tetapi tidak ada tokai di lubang jamban (tempat boker).

BOKER BERSIH
Jenis ini adalah ketika Anda merasa ada tokai yang keluar, melihat tokai di jamban, tetapi tidak ada tokai ketika cebok.

BOKER LENGKET
Walau pun setelah Anda cebok sekitar lima puluh kali, pantat masih terasa lengket dan belum bersih. Jadi dengan terpaksa Anda menyelipkan tissue atau kertas di antara pantat dan celana untuk menjaga jangan sampai ada bekas-bekas yang tertinggal.

BOKER COMBO
Ini terjadi ketika Anda selesai boker. Baru saja keluar dari WC ketika tiba-tiba Anda sadar bahwa Anda harus boker lagi.

BOKER 'TARIK URAT'
Anda harus berusaha dengan keras untuk mengeluarkannya sehingga muka menjadi merah muda dan tak lama jatuh stroke.

BOKER JAGUNG
Tokai Anda seperti butir-butir jagung. Tak ada lagi penjelasan yang diperlukan.

TOKAI 'BATANG KAYU'
Tokai ini sangat luar biasa volumenya sehingga Anda tak berani untuk menyiramnya tanpa memecah-mecahkannya menjadi potongan- potongan kecil terlebih dahulu dengan sikat kakus.

BOKER "OH, COBA KALO GUA BISA BOKER..."
Dimana ketika Anda hendak boker, tetapi walau setelah ngeden sekian lamanya, yang dapat Anda lakukan adalah duduk/jongkok di atas jamban dengan kaki kram dan kentut saja.

BOKER BASAH
Juga dikenal dengan nama 'Pembalasan Sang Tokai'. Ini terjadi ketika tokai keluar dengan sangat cepat dan bertenaga sehingga pantat Anda menjadi basah karena terciprat air jamban.

TOKAI LIKUID
Bahasa kerennya: 'Mencret Abis'. Terjadi dimana cairan berwarna coklat kekuning-kuningan keluar dari pantat Anda dengan kadar kekentalan yang bervariasi, muncrat menyebar ke seluruh penjuru jamban, dan dalam waktu yang sama, pantat Anda pun terasa panas.

BOKER MASAKAN PADANG
Boker dengan kelas tersendiri.

BOKER 'KEMBALI KE ALAM/BACK TO NATURE SHIT'
Boker jenis ini dapat terjadi dalam berbagai jenis, tetapi pembuangannya selalu dilakukan di dalam hutan, atau di pinggir jalan sambil menggunakan mobil atau pintunya sebagai alat perlindungan diri dari mata-mata jahil.

BOKER BERENCANA
Penggunaan obat pencuci perut. Tidak masuk hitungan.

"SHITZOPHERENIA"
Phobia atau trauma untuk boker - dapat berakibat fatal!

BOM BOKER
Boker yang keluar dengan kecepatan yang luar biasa, celana dalam pun belum sempat dilepas ketika Anda telah selesai boker.

BOKER SUMBATAN
Tokai jenis ini begitu besarnya sehingga ketika akan disiram, airnya meluap hingga luber, dan membasahi lantai di sekelilingnya. Agar tidak terulang, saran dalam menangani Boker 'Batang Kayu' hendaknya dipraktikkan.

BOKER MAMPET
Sangat nyeri/perih ketika hendak mengeluarkannya, sedemikian menderitanya sehingga Anda sampai pada asumsi bahwa pastilah tokainya keluar menyamping, bukan tegak lurus.

BOKER BESAR
Hampir sama dengan Boker 'Batang Kayu' dan Boker Mampet. Bentuk dan ukurannya menyerupai kaleng Coca-Cola. Rongga udara pun terbentuk di lubang yang bersangkutan untuk beberapa waktu lamanya setelah boker.

BEDOL BOKER
Tokai yang keluar menyerupai odol, dan terus-menerus keluar. Anda pun mempunyai 2 (dua) pilihan: [a] siram dan kembali melanjutkan pembuangan, atau [b] menghadapi resiko penumpukan tokai yang menggunung hingga akhirnya belepotan di pantat Anda yang masih duduk/jongkok di sana tanpa dapat berbuat apa-apa.

BOKER "LAIN KALI MAKAN HARUS DIKUNYAH DULU DEH KAYAKNYA..."
Terjadi ketika Anda dapat, dengan sangat jelas, melihat sebagian dari makanan yang Anda makan sebelumnya (misalnya: daun bayam, kacang polong, dsb), ikut berpartisipasi secara langsung dalam memenuhi tanki tinja.

BOKER POLUSI
Kadang kala juga dikenal dengan nama 'Limbah Kimia'. Tentu saja Anda tidak menginformasikan yang lain mengenai hawa beracun di WC, melainkan berdiri di samping pintu WC dengan pandangan tak bersalah sambil mengamati reaksi yang lain yang tergopoh-gopoh keluar dari WC, berteriak memaki-maki sambil berusaha menghirup udara segar.

TOKAI DEMO
Tokai jenis ini begitu luar biasa dalam bentuk atau pun ukuran sehingga Anda harus menunjukannya kepada sedikitnya seseorang sebelum menyiramnya.

BOKER 'PEMBALIK GAIRAH'
Boker ini terlaksanakan setelah menahan sakit perut dalam waktu yang cukup lama, oleh karenanya, membuat diri Anda menjadi Anda yang dulu lagi (sebelum sakit perut maksudnya).

BOKER KAGET
Rasa ingin boker yang amat sangat yang muncul secara tiba-tiba dimana Anda sedang dalam keadaan tidak memadai untuk melakukannya, atau sedang tidak berada dekat fasilitas untuk melakukannya.

BOKER KAGET II
Rasa ingin boker yang amat sangat yang muncul secara tiba-tiba dimana Anda sedang dalam keadaan tidak memadai untuk melakukannya, atau sedang tidak berada dekat fasilitas untuk melakukannya. Setelah berputar-putar beberapa saat lamanya Anda berhasil menemukan tempat pembuangan, tetapi, alas, Anda tidak ingin boker lagi.

TOKAI RADIASI
Tokai ini mempunyai aroma yang begitu 'naujubile', menyebabkan setiap orang yang masuk ke WC tersebut dalam jangka waktu 7 (tujuh) jam setelah pembuangan, masih dapat merasakan, atau lebih tepat, mencium efeknya.

BOKER 'RAPAT PEMEGANG SAHAM'
Disebut juga 'Boker Go Public', yaitu boker yang dilakukan di hadapan orang lain.

BOKER "HMMMAAAKHHHHH!!!!!..."
Tokai yang dihasilkan sangat besoar, tak dapat dikeluarkan tanpa bantuan vokal.

TOKAI GIN KANG
Dikenal dengan karakterisasinya yang mengambang. Tokai jenis ini dikenal selalu kembali mengambang walau setelah beberapa kali disiram.

TOKAI 'POWER GLUE'
Tokai yang tak dapat lepas. Biasanya diperlukan atraksi menggetarkan pantat atau menaik-turunkan tubuh dengan cepat untuk melepaskannya. Tapi cukup sering penyelesaian satu-satunya adalah dengan melepaskannya menggunakan tissue atau kertas.

TOKAI HANTU
Muncul di WC secara misterius dan tiada seorang pun yang mau mengaku meletakkannya di sana.

BOKER "CILUK-BAA!"/"NOW YOU SEE IT, NOW YOU DON'T"
Kadang-kadang terasa, kadang-kadang tidak. Membutuhkan banyak kesabaran dan kontrol otot.

BOKER RITUAL
Boker ini dilaksanakan pada waktu yang sama setiap hari. Kekacauan jadwal dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, Bom Boker dan Boker Kaget misalnya.

TOKAI ILUSI
Tokai yang ramping dan panjang yang dengan sedemikian rupa menggulung dan membentuk posisi yang menakutkan - umumnya tidak berbahaya.

BOKER OLIMPIADE
Rasa boker yang amat sangat yang tiba-tiba muncul beberapa saat saja sebelum pertandingan/kompetisi yang sedang Anda ikuti. 

BOKER KADALUWARSA
Tokai yang sudah ada di ujung pantat ditahan selama 3-7 hari. Hal ini dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk boker, misalnya wc yang jorok atau harus boker di kali (BOKER 'KEMBALI KE ALAM/ BACK TO NATURE SHIT), biasanya para praktisi menggunakan obat seperti imodium, diatabs & norit.






Thursday, January 13, 2011

Honey: She Wants to Stay and Make A Diff'rent



Sudah pernah nonton film "Honey"? Yang main Jessica Alba, ini film duluuu banget, 6 taun lalu, pas dia masih muda belia. Enggak sengaja dapat di Ramadhan 2 tahun lalu, waktu iseng cari tajil untuk buka puasa. Sebenarnya agak ogah juga waktu lihat covernya, kurang menarik aja. Apalagi ini filmnya MTV, pasti klise-klise gitu. Tapi karena yang lain masih belum bagus kualitas gambarnya (bajakan), jadi embat aja deh yang ini!


Poster filmnya enggak banget!
Anyway, film bercerita tentang perjuangan Honey Daniels (it's a name, diperankan Jessica Alba) meraih mimpi Amerikanya. Dia sehari-hari bekerja serabutan sebagai bartender di club dan waiter di toko musik, juga mengajar kelas tari hiphop di community center sebuah kawasan kumuh NY (Harlem ato Brooklyn gitulah) di sela2 waktu luangnya. Setiap kelar shift di bar, si Honey sama teman-temannya langsung turun ke lantai utk dansa-dansi ala hiphop, nyoba gaya baru hasil rakitan eh, koreografi dia.


Nah, lagi asoy-asoy nari gitu enggak sengaja ada talent scout (I love this job!) yang merekam dia. Ternyata, rekamannya diperlihatkan ke sutradara video klip hiphop terkenal. Si sutradara nyari Honey dan minta dia bantu di syuting video klipnya rapper kenamaan, Jadakis (who?). Bla, bla, bla.. yada, yada, yada.. boom! Honey berhasil jadi koreografer tangan kanannya Michael (si sutralala). Berkat pemahaman dia tentang hiphop yang langsung dilihat di jalanan & di community center, para rapper & penyanyi hiphop jadi suka sama ide-ide Honey yang lokal banget. Gitu lah.


Jess aslinya enggak bisa dansa-dansi kok... pose doang nih!
Masuk konflik: lama kerja sama, si sutradara nggak kuat liat Honey "nganggur" (dasar lelekong!). Mau 'dipake' lah si koreografer nan seksi itu. Ah, untungnya ini film tentang meraih mimpi yg baik, nggak kejadian deh yang gitu-gitu. Anyway, Honey udah gitu-gitu duluan sama pemilik barbershop keturunan Afro yang berhati baik (meski bertampang gangster) dan jago maen basket, Chaz. So Honey loses her job after the incident, padahal dia udah mau beli gedung untuk disulap menjadi sekolah tari hiphop buat anak-anak jalanan di wilayah kumuh itu. Mana udah bayar DP, terancam hilang deh duitnya. Kasihan 'kan?


Sekali lagi, beruntunglah ini genre film tentang meraih mimpi ala Amerika. Tiba-tiba, dengan kekuatan patung Liberty & senyuman Obama, Honey punya ide cemerlang. Cling! Mengapa tidak membuat malam penggalangan dana? Wes, saking yakin bakal dapat raise banyak, si Honey sampai menolak tawaran Michael yang kepepet minta Honey balik jadi koreografernya karena konon Missy Elliot nggak mau kalau video klipnya tidak ditangani oleh Honey! Honey, Honey.. kau laku banget sih? Film yang aneh..


Clip dari film Honey. Visualnya datar.
Meski konflik teratasi dengan begitu mudah, bukan berarti film ini 'kosong' loh. Ada satu fragmen yang membuat saya rada tertonjok, tertohok, tertampar, terkapar, KO! Yakni, 
waktu si Honey mengadu ke kedua orang tuanya (mereka pasangan campuran, makanya Honey nggak risih dicium Afro). Ibunya si Honey ingin anaknya bisa keluar dari wilayah kumuh itu dan 'melihat dunia' (whatever it means). Pokoknya jangan stuck di situ, gitu. Sementara bapaknya bebasin aja, dia memulangkan ke Honey. Asalkan apa yang dilakukan anak itu adalah yg dicintainya, pasti di-approved. Dan, di situlah si Honey meng-argue statement ibunya! Kata dia, "Mengapa aku harus mengikuti apa yang ibu inginkan? Bagaimana dengan keinginanku? Aku ingin menari hiphop, membeli gedung itu, dan mendidik anak-anak agar mereka tidak terus ada di jalanan. Aku suka menolong mereka dan memberi arti untuk wilayah ini". Ih, so sweet banget 'kan?

Begitulah kata-kata ajaib yang keluar dari mulut Jessica Alba yang saat itu masih sangat muda belia. Cantik banget rasanya dia di film itu. 



Selama Ramadhan lalu, Jess wirid-an dengan tasbih gedenya...

Tuesday, January 11, 2011

Pernah punya tetamu lelaki yang celamitan?





Biasanya termin "celamitan" identik dengan gender perempuan. Tapi, kantor saya pernah ditandangi tetamu lelaki (I repeat, DUA EKOR LELAKI) yang masuk kategori ini. Konon mereka berdua datang dari perusahaan kosmetik lokal berlabel RIS***. Tingkat celamitan mereka luar biasa; they’re worse than gerobak dangdut’s noisy loud-speakers! Plus, sama sekali tidak punya manner serta rasa malu. Mungkin ini kali pertama mereka keluar dari perkampungan Suku Tidak Beradab di pedalaman Pulau Alor, dimana sehari-hari mereka menonton monyet-monyet berlompatan, berebut kacang yang dilempar turis-turis dari atas yacht (turis itu nggak berani turun/berlabuh, karena penduduk Suku Tidak Beradab mupeng semua!). Hehe.. deskripsi yang absurd, ya? Pokoknya, they come from a pathetic corner of this beautiful world, deh!

Secara lelaki, mulut mereka lebih ceriwis dari ibu-ibu gosip di belahan kampung atau kelompok arisan mana pun. They’re very noisy! Pusing deh, benar-benar bikin rusak konsentrasi kerja saya. Mana waktu itu saya lagi enggak mood, trus deadline udah dekat. Ugh, I wish I could wipe them away with a dirty cloth off from here! Dzig!


Yang paling ganggu: salah satu dari dua kampret ini sok mengubah setting komputer eks- teman yang sudah resign (oh I wish she’s here!), dan tak lama ditemukan bahwa komputer itu terjangkit virus brontox. Enggak nuduh dia yang nularin, tapi saya sempat nggak terima waktu mereka mengejek spesifikasi MAC punya Ibu Korprod yang cuma 256. So what, you have one your own? They’re truly NOT ellegant! Ah tapi tahukah, mereka selalu tampil bergaya dengan fashion-fashion ala eksekutif muda yang aktif! Gosh, don’t you have something to do in your own office huh, dude? I bet your colleagues are grateful for your last two-week absent and wish y’all never come back there… Saya sebenarnya bisa lebih kooperatif kalau mereka tidak bermulut ember dan berlaku seenaknya di kantor orang. Saya gitu loh, orang yang paling permisif sedunia! Polah-tingkah mereka bikin saya jadi muak banget. And not to mention their disguisting look every time they walk into our office space. Honestly, we never welcome y’all here ok punks?



Yang lebih menyedihkan, proyek buku mereka juga berakhir rada ricuh karena si Ibu Pengusaha kosmetik itu ternyata jenis "orang berduit yang nggak ngerti tapi sok ngerti, ngotot pula". Kelakuannya 11-12 sama kroco-kroco bawel yang sempat hinggap di belakang kubikel saya yang biasanya super-tentram itu.. 











Dear God, I’d rather join STPDN than facing them in another time!

Monday, January 10, 2011

15 Adegan Film yang Selalu Terkenang.. [menurut saya]

1. Kuntilanak (versi almarhumah Susanna) 
Adegan ketika Susanna pesan sate 100 tusuk, sambil ngeliatin si abangnya. Widih, adegan itu bikin saya nggak berani ke kamar kecil malam-malam sendirian, selama lebih dari sebulan. 

2. The Bodyguard 
Pas Rachel (Whitney Houston) lari ke arah Frank Farmer (Kevin Costner) di bandara, menurut saya itu adegan paling romantis (di jaman itu). Kombinasi cast lelaki yang cool dan cast perempuan yang kesepian itu bisa dimainkan dengan penuh penghayatan oleh Whitney dan Kevin. Saya rela nonton film ini tiga kali di bioskop, trus beli poster & CD OST-nya. 

3. French’ Kiss 
Adegan Kate (Meg Ryan) lagi di dalam kereta, ngobrol ngalor-ngidul sama Luc (Kevin Kline), asik banget. Love this movie in all around!

4. Sliding Doors 
Adegan pas Helen (Gwyneth Paltrow) naik tram dan tidak naik tram (nah loh!). Takdir akan bermuara ke satu pelimbahan ‘kan, dari mana pun asal airnya? Yah, begitulah inti dari film ini… 

5. La Femme Nikita, The Movie 
Pas Nikita (Anne Parillaud) disuruh nulis data diri di formulir oleh sipir penjara. Lalu dengan cekatan dan ratu-tega dia menusukkan pensil yang diraut tajam itu ke tangan sipir. Cep! Asik banget, inget terus. 

6. Bone Collector 
Paling enggak bisa lupa sama adegan pas korban dibawa ke underground, diiris bagian-bagian tertentunya, tak lama tikus-tikus datang mengkerikiti (bahasa Perancis nih) tulang si korban itu. Habis liat film ini langsung pengen jadi ahli forensik. PS: film ini dibuat jauh sebelum booming serial tv CSI. 

7. Sponge Bob, The Movie 
Saya menangis terharu waktu adegan Sponge Bob dan Patrick dijemur dan sudah sekarat, lalu air mata mereka mengalir, bertemu, dan membentuk simbol “hati/heart.” Bagusss! 

8. Le Fabuleux Destin D’Amelie Poulain 
Best movie. Semua adegan di film ini saya hafal. Warna-warna visualnya cantik, plotnya rada lambat tapi asik, ceritanya unik. Paling suka dengan adegan di cafeteria pas Amelie “meleleh” waktu nggak berani jujur sama Nino, cowok gebetannya. Cakep banget visualisasinya! 

9. Blast From The Past 
Pas Adam (Brendan Fraser) lagi ngerawat luka di lututnya Eve (Alicia Silverstone). Widih, goose bump aja. He-he, selalu begitu kalo liat Brendan Fraser… 

10. Matrix 
Klasik dong, adegan si Neo (Keanu Reeves) ngeules dari peluru-pelurunya Agen Smith (Hugo Weaving). Too cool to be true! 

11. Body #19 
Adegan pas profesor Suthee lagi mengendarai mobil, trus di depannya ada truk pengangkut batang-batang besi. Batang-batang besi yang biasanya dikombinasi untuk bikin kerangka beton itu lepas dari ikatan dan menembus kaca mobil profesor Suthee, nancep ke seluruh tubuhnya dengan sukses. Tapi karena si hantu yang mau balas dendam itu belum puas, jadi nggak satu besi pun mengenai organ vitalnya. Profesor naas itu tetap hidup, tentu dengan penderitaan yang tiada berachirrr… 

12. Gloomy Sunday 
Film yang seksi banget. Suka sama semua adegannya. 

13. Dunia Mereka 
Iya, saya suka film ini salah satunya krn yg main Christian Sugiono. Tapi emang film ini asik ditonton, coba aja. Nggak ngerti kenapa flop di pasaran. Adegan terakhir pas Filly (Adinia Wirasti) lagi manggung di festival blues mirip-mirip scene terakhir Coyote Ugly, tapi lebih asik yang ini kok. Sumpah. 

14. Dark Water 
Pas Dahlia (Jennifer Connelly) mengorbankan diri untuk menemani hantu penunggu apartemen upstair agar anaknya, Ceci, bisa selamat. Touchy banget melihat Jennifer Connelly mati dengan tragis gitu… 

15. Kikujiro No Natsu 
Waktu Kikujiro (Takeshi Kitano) main Darma Fell, dia yang jaga. Pas nengok pertama, keliatan Masao (Yusuke Sikiguchi) bertelanjang dada dan pakai kolor doang. Nengok kedua kali, kelihatanlah Masao dan si Gendut, masih bertelanjang dada dan berkolor. Nengok ketiga, ada tambahan si Orang-orangan Sawah, bertelanjang dada. Pas nengok kali keempat, si Botak muncul di layar. TELANJANG ABIS, full monty! Trus bagian anu-nya ditutupi animasi berbentuk daun doang… Konon waktu menonton film ini di Kine Forum, seorang teman saya langsung terbahak tak karuan. Dan tiba-tiba, asthma-nya kumat! Hahahaha!