Life, stranger than fictions..

Welcome to my blog! It's a pleasure to have you here reading my hyperbolic scribbles. Some are archived stuff from my other blogs (inactive ones), some are brand new ideas. My words will be too much, overrated, out of line, dysfunctional, confusing, impractical and sometime don't make any sense. But in a hand, they have released my tense.
So enjoy these imaginarium of free mind. In a case you are interested to drop a line, or jes wanna appreciate any posts, don't be hesitate. Do your deed! Release those hustle-bustle inside your brain!

Saturday, September 03, 2011

Risau

Apa yang kamu cari dalam hidup ini, sayang?
Semua yang kamu damba rasanya sudah didapat.
Benda-benda bercahaya, kepuasan berkarya, hidup sejahtera.
Kamu juga kini dalam kondisi sehat wal afiat dan dikelilingi orang-orang yang membawa maslahat.

Kalau kamu tetap risau dan seringkali tergetar,
tidakkah baiknya kamu bertanya ke hatimu yang paling dasar,
apakah sampai di sini perjalanan hayat akan berakhir?


Wednesday, June 22, 2011

Catatan Harian Si Boy: NOT the return of mas boy and the gang

Legaaa banget habis nonton film Catatan Harian Si Boy (CHSB) di press screening yang ambil tempat di XXI Epicentrum-Kuningan kemarin. Mengejutkan, filmnya segar & menghibur! Padahal terus terang saya sudah sarkastik aja, prejudis & pesimis karena sutradaranya masih anak baru, nggak punya portofolio bikin film pula. Sementara beban serial Catatan Si Boy (Cabo) terdahulu kan cukup berat tuh...


The poster. Nggak jelek..


Kalau belum tahu gimana legendarisnya film Cabo, serial yang sekuelnya sudah 4 biji ini bak film James Bond; selalu dinanti. Di zaman sekarang ya seri Hary Potter dan Twilight Saga. Bedanya, Cabo berawal dari sandiwara radio yang rutin diputar radio remaja paling hit di tahun 80-90'an, Prambor's Rasisonia. Zaman itu sandiwara radio sedang booming, dan yang segmen pendengarnya anak remaja gaul ya Cabo ini. Dengan setting kota Jakarta masa itu yang sedang tumbuh makmur dan banyak konglomeratnya (hasil KKN), maka generasi keduanya digambarkan hedon, melek fashion dan punya bahasa sendiri. Karakter utama ceritanya, si Boy, anak tajir yang demen ke disko tapi tak pernah lupa sholat 5 waktu dan rajin kuliah. Banyak icon-icon yang menjadi tren remaja diserap dr film ini: BMW ala mas Boy, tasbih yang digantungkan di kaca spion tengah, bahasa slang Boy dkk, celana jins baggy & kacamata "cengdem", dan tentu aja soundtrack klasik macam theme song Catatan Si Boy yang dinyanyikan Ikang Fawzi, Boy I Love You-nya Fairuz, Emosi Jiwa-nya Yana Julio & Lita Zein, dan Terserah Boy-nya Atiek CB.


Nah, terbayang dong gimana CHSB ini diharapkan mampu mengimbangi hip yang pernah dibuat sama 5 film Cabo? Bagi fans serial Cabo, mereka pasti berdoa supaya CHSB nggak ngrusak kenangan indah mereka tentang konflik percintaan si Boy dengan beberapa perempuan, tentang penggambaran kehidupan hedon kaum jetset lokal yg terlihat 'normal', tentang Kendi yang ganteng & jago brantem, dan tentu tingkah-laku Emon yang sangat dinanti.


Ario Bayu, "Mas Boy" buat generasi baru.

Saya enggak ngikutin gosip pra-produksi film ini, tapi terdengar cerita dari teman bahwa si sutradara (Putratama Tuta) sempat diwawancara. di sesi itu dia dipojokkan, ditanya apakah film ini remake dari seri Cabo terdahulu. Konon Tuta berulang kali menjelaskan bahwa film debutnya ini nggak menceritakan kelanjutan konflik si Boy di Cabo, melainkan memakai medium buku harian sebagai alibi memakai cast & setting yang kadung klasik itu. Tapi si wartawan nge-push, minta ada pernyataan yang mengarah ke kaitan film dengan Cabo. Jadilah sambil berseloroh si sutradara lulusan sekolah film di Aussie ini menyebut bintang utama filmnya ini adalah buku catatan harian si Boy, bukan si Boy-nya. Semua yang ada di sesi itu pun tertawa.

Dan ternyata, itu bukan gurauan. Film ini memang bukan film tentang mas Boy di Cabo dulu. Ini film yang meminjam bukunya untuk membangun sikuen cerita. Agak dipaksakan sih, tapi masih di ambang normal kok. Filmnya sendiri menceritakan kisah persahabatan Satrio (Ario Bayu), Nina (Poppy Sovia), Andi (Abimana Satya), dan Herry (Albert Halim). Mereka berempat beraktivitas di bengkel mobil dengan peran yang berbeda. Konflik muncul setelah Satrio bertemu Tasha (Carissa Putri) & pacarnya di kantor polisi. Bla, bla, bla.. yada, yada, yada. Yak, silakan tonton sendiri.


Adegan yang menurut saya keren banget angle kameranya.


Adegan pembuka di awal film--yang ujug-ujug memperlihatkan Onky Alexander sedang terburu-buru menuju ke heli pad--memang bikin misleading penonton. terutama saya, yang benar-benar kuatir kalo ini semata-mata film yang ingin numpang kebekenan seri Cabo! Tapi seiring berjalannya scene demi scene, tampaklah permainan angle kamera yang dinamis dan atraktif, visual film yang ala luar negeri (nggak taunya post-produksi dikerjain di Thailand), daaan akting Poppy Sovia & Abimana yg jempolan.. Maka saya dengan sukses menyimpulkan bahwa film berdurasi 1 jam 40 menit ini bukan remake seri Cabo. Definitely not. Yang ini beda, memakai icon-icon yang sesuai dengan zamannya, segar, dan boleh banget ditonton karena sangat menghibur.




Seluruh pemain dan kru berfoto bersama saat konferensi pers.














Buktikan aja sendiri!

Tuesday, June 14, 2011

Red Riding Hood: A Misleading (Treatment) Version Upon A World's Classic


siapa yang enggak tahu kisak klasik si jubah merah yang hampir jadi santapan serigala licik karya Grim bersaudara, A Little Red Riding Hood? sebagai penggemar karya-karya Grim yang notabene aliran pembantaian ini, hati saya girang tak terperi waktu awal tahun lalu dapat bocoran dari Rotten Tomatoes bahwa Hollywood sedang memproduksi versi layar lebarnya, yang katanya dikemas ala gothic dengan cerita yang super-twisted. double yay! YAY, YAAAY!!!

sampai akhirnya penantian lama saya berakhir kemarin. saya dapat DVD bajakannya! well as we know, we couldn't watch it in our local theaters for that tax politic. so this is probably the only solution for a less-fortunate movie-goers like moi--not that I support piracy, jes cannot afford going abroad for these. whatever.

tanpa mandi dulu, langsung saya putar cakramnya di laptop jadul...


15 menit di awal film...


...ada Billy Burke...


...werewolf-nya kayak pernah lihat? di mana, ya...


...adegan lari-lari di hutan, adegan percintaan di alam terbuka, dialog-dialog ala film India...


...rebutan cewek, deh! trus ceweknya plin-plan, malah memilih lekong yang lagaknya misterius...


...nah lho, ada yg kena gigitan, berubah jadi vampire deh! eh, werewolf ding...



same plot, same angle, same director *duhh



























*DING!*



kok kayak lagi nonton film Twilight ya?


Mook-up Twilight benerrr...




Garyyy, ngapain sih ikut maen pelm kayak giniiii???
Billy Burke, aktingnya masih Twilight banget!



The only one with good acting performance (and sexy outfit): Amanda Seyfried
Hayooo, ini sapa? Bukan Pattinson loh!





SHIIITE! This movie is directed by Catherine Hardwiiicke!








Sunday, May 29, 2011

hey now, the dream (nightmare) is over



Time flies, things happened. They will for good, with or without your participation. It’s our right to stay idle, walk backward or jes circle in the same round pattern (hey, it’s true!), or move on forward. You might not realize it until you come to a phase of your forty-sumthing anniversay, and you’re exactly the same typical person you knew 20 years ago, inside-out...

Anyhow, there’s a brand new shocking (stupid, ahemmm!) movement from GOM new director (surprisingly, mr. ElSi): no more Ori Magz whatsoever. Why? Because we, the ex- crew have won the pesangon’s number as we previously requested from our PHK. Eh? So you think this is a matter of our sake to do the project?

Hello! Dear mr new director, do you ever consider the fact that Ori Magz do have the largest school’s line customers? More than 100! Maintained by special chanel force that has been working in such an efficient, progressive system, nicely collaborated with the publisher. And you, the outsider, without any further research and field interview, could bring out such a lousy, ill-sensible, lack of knowledge decision to cut its circulation? Duhh. Like Forrest Gump’s mom said, “Stupid is a stupid does...”

However, I must say “Alhamdulillah”. The Almighty has showed me a clarity that this is NOT worthy. Will only time-wasting to think about it, no energy consumption needed in my part. At all. Yay! At last...

So this is the end of Ori Magz. Sad, but I’m now free from mind-bugging dillema. I deserve to strive my long overdue, almost forgotten dreams. And now I choose to be part of this beautiful life. I wanna be me, the happy-go-lucky person, with my distinctive signature that differs me from others. I will quit procrastinating and stereotyping. O Lord, how can I thank You? I’ll be better, I’ll be wiser :)

the last edition. bee mom cooked a special tart to Ori. his last birthday cake


Friday, May 27, 2011

ya, aku ingat semua

Juni sudah di ambang pintu, suasana hati tambah tak karuan. apa jadinya aku nanti, ya? apakah akan lebih baik, atau malah terpuruk sedih? sampai detik ini tak satu pun kesempatan yang aku tanggapi. anehnya, mereka tak jua menepi. padahal aku sedang galau, bahkan untuk tertidur sejenak melupakan kerisauan saja aku rasanya tak sanggup.


di luar segala macam gelombang peristiwa yang mengombang-ambing di masa reses ini, kesadaran atas indahnya kehidupanku kian tebal. betapa hidup layak untuk disyukuri dan dinikmati! tak ada keraguan atas fakta ini.


ingatkah? aku sudah makin piawai dan mentas di bidang ini. bidang yang setengah mati aku geluti dan pelajari, dan bertahun-tahun ia menafkahi kehidupanku dan orang-orang terkasih di sekitarku.


ingatkah? sudah kukenal dan kugauli masyarakatnya, tokoh-tokohnya, orang-orangnya. mereka menjadi idola, guru, teladan, sahabat, saudara, teman, musuh, rekanan kerja. dari mereka kutahu cara yang terbaik, yang terlicik, yang terlucu, dan yang terburuk. dari mereka pula aku pelajari indahnya bersahabat, manisnya berbagi, pahitnya dikecewakan.


ingatkah? tak satu pun teman yang tetap dapat kau percayai. mereka berubah, berevolusi, berganti di setiap musim. tak banyak yang tetap setia di sampingku, tak sedikit yang mencaruti kepercayaanku dan tak sungkan menusuk dari belakang. tapi aku syukuri konsistensi melayani mereka sebagai teman yang baik. aku bangga mengenal mereka.


ingatkah? saat-saat dimana aku rasanya ingin menangis menjerit, memohon ampunan Tuhan atas beban pikiran yang tak kunjung meringan. lalu aku jatuh tergolek, digerogoti penyakit kejiwaan. aku tertatih-tatih memegang tiang terdekat, berusaha bangkit dan berlari lagi. meskipun lukaku tlah sembuh, bekasnya selalu ada dan menjadi kenangan; betapa jalan hidup ini kadang berbatu, tajam dan melukai.


ingatkah? ketika impian seakan sudah di pelupuk mata, dan dalam sekali kedipan ia menghilang entah kemana? hati ini remuk-redam, kedua telapak tanganku lembap, air mata itu meluncur tanpa bisa kukendalikan. bak ukiran es dalam pesta resepsi yang meleleh karena disinari panas yang membara, aku hancur tak berbentuk. puing-puing itu menyatu lagi hanya karena cinta seorang ibu.


ingatkah? bersujud dalam kepasrahan, meminta ampunan dan kekuatan dari-Nya di Negeri Seberang. lalu aku malah dihadapkan kepada keadaan yang duniawi dan rasanya sudah tak penting lagi. namun kobar semangat hidupku menyala, menjilati dahan ranting tertinggi dari harapan dan cita-cita. hingga aku sekarang siap untuk hidup dan menghidupi.




"The Persistence of Memory" by Salvador Dali






































ya, aku ingat semua...

Saturday, May 14, 2011

aku bertanya kepada hayat


aku: kalau ada satu waktu yang ingin kau ulang dan koreksi, momen apa itu?

kelahiranku; aku ingin tiada! biar tak kurasakan cendawan-cendawan asa dan cinta yang menyusutkan jiwa bebasku



aku: kalau kau memiliki kuasa mengatur, apa yang ingin kau ubah?

ketamakan dan ketidakpuasan



aku: kalau kau dapat kesempatan untuk melawan perubahan, apa yang kau lakukan?

menciptakan perubahan yang bermakna



aku: kalau kau diberi waktu untuk menyaksikan akhir dunia, apa rencanamu?

mengakhiri sandiwara ini, segera!



aku: sampai kini kau hidup dan menghidupi, apa yang kau cerna?

cinta tak selalu indah dan mewah



aku: tahap hidup mana kau paling kau suka?

masa depan yang tak pasti



aku: apakah yang paling kau takuti?

aku takut tak bisa mati!