Life, stranger than fictions..

Welcome to my blog! It's a pleasure to have you here reading my hyperbolic scribbles. Some are archived stuff from my other blogs (inactive ones), some are brand new ideas. My words will be too much, overrated, out of line, dysfunctional, confusing, impractical and sometime don't make any sense. But in a hand, they have released my tense.
So enjoy these imaginarium of free mind. In a case you are interested to drop a line, or jes wanna appreciate any posts, don't be hesitate. Do your deed! Release those hustle-bustle inside your brain!

Monday, January 24, 2011

Lovely bones: A beautiful in-between story

My name was Salmon, like the fish; first name, Susie. I was fourteen when I was murdered on December 6, 1973.



kalimat di atas adalah kata-kata pembuka film yang diadaptasi dari novel karya Alice Sebold, "Lovely Bones." film ini pas banget dipercayakan ke Peter Jackson. sutradara trilogi Lod of The Ring ini berhasil membuat visualisasi sebuah cerita muram nan melankolis (dan penuh konflik) menjadi suatu tontonan yang "menggugah dan indah."



Salah satu poster filmnya, keren!


saya baru baca novelnya setelah menonton film ini. dan luar biasanya, saya memilih filmnya sebagai yang lebih "menarik" dibandingkan dengan novelnya (yang sebenarnya enggak kalah menarik). situasinya: mood saya memang sedang agak drop, kerjaan tak ada ampun banyaknya, cuaca sedang banyak hujan. novelnya yg muram, konfliktif, penuh kata makian, dan rada absurd (terutama tentang penggambaran 'surga' oleh almarhumah Susie) jadi kurang sedap aja. apalagi sebelumnya saya habis baca "Angus, Thongs and Full-Frontal Snogging"-nya Louise Rennison, yang lucunya gila banget. ya gitu deh, abis nonton film ini jadi teringat kondisi yang lagi drop...


Beberapa captures filmnya. Perhatikan warna-warna vintage yang lembut ala 70-an tapi terlihat kontras.


di dalam novel digambarkan dengan kata-kata Susie bagaimana si pembunuh serial gadis-gadis muda, George Harvey, dengan kejam menghabisi korban-korbannya. ada juga flashback masa kecil Harvey yang traumatis, sebagai latar belakang perbuatan biadabnya. narator cerita ini, Susie, seakan-akan bicara kepada pembaca dari surga sana. tetap dengan sifat humanis, Susie akhirnya menerima dan memaafkan tindakan Harvey yang sakit jiwa ini. konflik-konflik lain yang bergantian muncul setelah Susie menghilang sepulang sekolah dan akhirnya dinyatakan tewas; tentang perjuangan ayah Susie, Jack Salmon, mencari bukti-bukti kekejaman Harvey; tentang perselingkuhan Abigail Salmon (ibunya Susie) dengan Fenerman (detektif polisi yang mencari Susie); tentang naik-turun kehidupan saudara-saudaranya Susie (Lindsay dan Buckle); dan tentang korban-korban Harvey lainnya. padat banget deh, rada capek juga bacanya. 


Mr the one and only: Peter Jackson.


tapi di filmnya, Peter Jackson mengubah fokus penonton sepenuhnya ke 'surganya Susie.' gambaran tentang surga yang cuantik, diperkuat dengan animasi ala LOTR yang halus dan memang cantik. warna-warnanya bikin mata adem (meski hati tetep kebat-kebit karena sedih). kekerasan dan konflik-konflik yang terlalu 'melebar' diapus sama dia. affair ibunya Susie sama detektif polisi di-skip. adegan Susie ML (Makan Lemper, eh Make Love) sama gebetannya, Ray Singh, diganti jadi ciuman aja. lebih mengagetkan lagi, insiden Harvey kejatuhan icicles--yang menurut novelnya memang diniatkan oleh Susie--dibuat seakan-akan 'alamiah.' pokoknya Peter Jackson tidak ingin penonton punya kesan film ini kasar, mortal, violence. semua dibuat indah dan baik. rupa-rupanya dia ingin mengimbangi konklusi almarhumah Susie yang sedang bercerita di surga sana, bahwa eventually segala sesuatu yang terjadi di dunia itu--baik atau buruk--pasti ada hikmahnya.


dan inilah kata-kata penutup Susie di dalam novel Lovely Bones:

These were the lovely bones that had grown around my absence: the connections — sometimes tenuous, sometimes made at great cost, but often magnificent — that happened after I was gone. And I began to see things in a way that let me hold the world without me in it. The events my death brought were merely the bones of a body that would become whole at some unpredictable time in the future. The price of what I came to see as this miraculous lifeless body had been my life. (p. 363) 


PS: saya sukaaa banget dengan suasana 70-an yang dibangun di film ini. wardrobe-nya keren, simbol-simbol jamannya pas, rambutnya Susan Sarandon keren banget! 



top lah, Peter Jackson!

Thursday, January 20, 2011

The Boy in Striped Pajamas: Kisah penghilangan nyawa yang cantik [archieve]

sudah baca novel John Boyne, "The Boy in Striped Pyjamas"? kalau sudah (atau pun belum), jangan ketinggalan nonton filmnya. judulnya sama, cuma beda huruf -y pada kata asli "pyjamas" yg diubah jadi "pajamas". film ini dirilis taun 2008 oleh BBC Films.

saya nontonnya di DVD bajakan (kalo ada yg murah, kenapa ngotot yang mahal? he-he). alhamdulillah dapat versi blu-ray yang kualitasnya di atas versi 9, jadi bagus-cemerlang-gemerlap-mewangi gitu. and, this film is visually a total masterpiece! meskipun sudah hampir pukul 2 dini hari, tetap segar melihat angle-angle cantik yang ditangkap kamera dan pengaturan warna dari setiap komponen visual yang ada di film ini. semua diperhitungakan dengan estetika yang dua-jempol. mulai dari komposisi latar interior rumah, pemandangan kota Berlin lama, pemandangan di luar pagar kamp konsentrasi, juga pakaian para casts yg vintage tapi warna-warni. suegerrr!





dari segi cerita, sudah tahu semua dong? frankly, menurut saya terlalu klise, kurang misteri yg menggigit. ending-nya gampang ditebak pula. konon John Boyne mengarang buku ini dalam waktu dua hari saja, mulai dari scratch awal sampe finishing akhir. cepat sekali. zip, boom, bang! done.

tapi filmnya? saya yakin dikerjakan dalam tempo yang lama dan persiapannya makan waktu. hasilnya, sangat memuaskan mata! durasinya memang cuma 94 menit tapi ditanggung mampu mengaduk emosi para penonton. apalagi ending filmnya. tanpa perlu penggambaran yang berlebihan, mata saya dibuat meleleh karena haru.

yang lucu dari film ini adalah dialek British/Scottish para pemainnya. padahal 'kan latarnya di Jerman. jadi rada aneh aja. lalu wajah Jack Scanlon yg memerankan si anak Jews, Shmuel, sangat tidak Jewish. wajahnya malah mengingatkan saya pada karakter Shaun di film "This is England".

ini film tragedi penghilangan nyawa massal yang visually cantik. buktiin aja sendiri.


Some noise inside my brain [archieve]



I'm learning to read His hidden agendas behind all these incidents (and sorrows); why should I feel tortured by the facts that me here in total consciousness, and others are not?

"Bet He loves me too much He wants to transform me into someone stronger than ever in a swift. Well that's tough alrite, though I'll move on.." 




I was born in a pond of questions, constantly asking almost anything from the beginning and so far got nothing to quench this endless thirst. And people started to mock on me, think me mad, build a high wall between us, separate me like I'm some kind of parasite. Obviously, my curiosity bothers them.

"I am me. You are you. I can't be you, you're impossible becoming me. So allow me to be whatever I am as I let you live as you are." 




I make friend with a cynical girl who thinks this world is a bitter place in all around. She speaks in a diff'rent language with me, do things in a diff'rent manner, take a diff'rent attitude. We're heaven and earth. Two different faces of a coin. 

So what? I love her!





www.adrants.com

Wednesday, January 19, 2011

Be (very) careful what you wish for! [archieve]

Teringat sebuah film horror, judulnya 'Wishmaster' (sekuelnya sampai Wishmaster 4). Ceritanya tentang seekor jin yang tidak sengaja dikeluarkan dari tempat tinggalnya--sebentuk batu permata merah--oleh seorang wanita. Jin itu lalu turun ke Bumi untuk menjalankan misi khusus. Dia mendatangi penjahat-penjahat atau orang yang punya pikiran dan niat jahat, lalu minta mereka bikin 'wish' ke dia. Habis itu dia dengan sadis (jin gitu loh, bisa bunuh manusia dengan segala gaya dong!) menghabisi orang-orang yang 'wish'-nya sudah dipenuhi dan mengambil roh/jiwa mereka. Nah, ketika koleksi rohnya mencapai jumlah tertentu konon kekuatan si jin ini mampu mengubah Bumi jadi neraka dan dia jadi penguasanya. Sebuah adegan penghabisan nyawa ala Wishmaster yg selalu saya ingat adalah ketika si WM (singkatan nama jin itu) masuk ke penjara. Lalu beraksilah dia di situ, menawarkan jasa memenuhi wish para in-mate alias napi. Salah satu korban minta agar dia 'dikeluarkan' dari jeruji penjara. Sesuai etika misinya, maka WM mnyebutkan MoU lisan bahwa ketika wish si napi dia granted, maka rohnya jadi milik WM. Si napi dengan pandangan nggak ngerti dan sok licik, iya aja. Daaan, sim-salabim! Tubuh si napi (dalam keadaan sadar) seketika seperti ada yang mengambil alih, lalu tubuh itu dipaksa 'lolos' dari jeruji besi. Tubuhnya pun patah-patah, berurai darah karena akhirnya 'keluar' dari deretan sempit jeruji penjara. Genre film ini disebut sebagai dark comedy horror. Debutnya disutradarai oleh Robert Kurtzman dan diproduseri Wes Craven. Sekuel pertamanya terbilang sukses dan meraih box office, meskipun kritikus membabat habis film ini dengan cacian dan hinaan.. 

Anyway, ada frasa menarik di poster film ini: 'be careful what you wish for'. Maknanya, setiap wish yang kita buat akan berbuah sejumlah konsekuensi yang harus kita hadapi, jadi jangan sembarangan bikin wish. Kalau kita refleksikan lagi pengalaman yang sudah lewat, pasti ada kejadian yang mungkin dulunya menjadi wish dan akhirnya terwujud. Tapi apakah lantas hidup saat itu makin mudah dan menyenangkan? Kebanyakan malah sebaliknya. Paling tidak kalau wish itu terlalu muluk dan jauh dr kondisi awal kita saat itu. 

Saya pernah wishing menjadi seorang peneliti; bidang pekerjaan yang terdengar 'keren', meliputi tahapan yang disiplin dan asik dijalankan. Dan tentunya membanggakan keluarga. Wish itu di-granted Tuhan loh! Saya jatuh-tidak bangun selama setahun menjalankan tugas. Setelah itu saya tidak pernah bikin wish aneh-aneh ketika berurusan dengan pekerjaan. Wish saya cuma satu: saya bisa tetap menulis dan dekat-dekat dengan buku. Alhamdulillah, sekali lagi wish saya di-granted! 

Kejadian setali-dua uang juga dialami teman baik saya. Bertahun-tahun dia menggeluti dunia freelance dan tidak pernah terikat di satu institusi. Hidupnya bak roller-coaster karena order job yang flow-nya tidak terduga; kadang ramai, kadang ramai banget. Teman saya mulai jenuh. Ingin kehidupan tempo sedang yang teratur, begitu dalih dia. Maka dia bikin wish jadi proletar 9-5 seperti saya. Sim-salabim, GRANTED! Belum genap setahun, teman saya sudah komplen. Dia mulai menampakkan sindroma proletar mati gaya: datang siang, di kantor cuma main games, pulang hedonista. Kata dia, rindu dengan jam tidur berlebihan yang dulu sering dia lakoni. Tapi dia tentu tidak rindu dengan masa paceklik dan tongpes karena invoice yang belum juga dibayar klien.. 

Ada lagi cerita seorang teman yang lama jobless dan wish bisa jadi eksekutif di perusahaan asing. Granted dong. Konsekuensinya, dia mulai berubah jadi 'eksekutif' yang nggak bisa dibawa ke warung emperan atau tempat-tempat nongkrong reguler kami. Dia mulai kongkow di resto-resto dan cafe-cafe mahal, dengan memaksa kami ikut, atau pergi sendiri. Anehnya, pelitnya nggak berubah. Kini dia mulai kehilangan kami, teman-teman lamanya, satu per satu. Dimulai dari saya.. 

Apa pun, ada konsekuensinya. Bagi yang belum mencapai sesuatu hal yang didamba, memang tampak menggiurkan. Tapi waspadalah! Segala pencapaian dalam hidup itu rupanya equal dengan cobaan. Mau yang tampaknya "baik" atau "buruk", semuanya menuntut kita untuk berubah dan beradaptasi. Dan menderita. Dan tersadar bahwa awalnya kita ini hanya anak kecil yang selalu bikin wish agar segera dewasa, hanya karena kita pikir menjadi orang dewasa itu berarti hidup kita akan lebih bahagia. Begitu naifnya. Menurut saya hidup ini bukan pilihan; hidup itu suratan. Kita tinggal menjalani. Menerobos hambatan dan menembus cobaan, kita akan terus ditempa sampai 'lolos' dari jeruji kehidupan. 



Jadi, hati-hati dengan wish yg kita buat. 






Miscommunication [archieve]

01 
Dalam sebuah wawancara yang pernah saya lakukan.. 
Saya: Bagaimana kesan ibu terhadap kegiatan seperti ini? 
Ibu: Bagus loh mbak, edukatif tapi juga menghibur. Anak-anak dipacu kreativitasnya. 
Saya: Saran ibu untuk kegiatan selanjutnya? 
Ibu: Apa ya, sudah bagus mbak. Saran saya, dibuat lebih edukatif dan menghibur. Anak-anak dipacu kreativitasnya. 
Saya: Contohnya gimana bu? 
Ibu: Dibuat kegiatan seperti ini lah, yang edukatif dan menghibur anak-anak.. 


02 
Suatu hari di jadwal renang mingguan saya, teman yang jemput (yang biasanya jadi komentator cerita-cerita saya selama perjalanan ke kolam) tiba-tiba antusias jadi 'speaker of the day'. "Masih ingat si Anu? Dia kontak elu nggak?" buka dia. "Nggak. Kenapa?" jawab saya. "Iya, dia tiba-tiba telpon setelah lama nggak nggak ada kabar. Dan, maksa minta ketemuan. Tadi siang akhirnya kita maksi di Panco***," teman saya semangat menjelaskan. "Gue tadinya curiga, kenapa anak itu kontak gue lagi, dan dapat nomer dari mana? Rupanya dia diberitahu si Itu." Saya jadi penasaran, "Trus?" "Kita ketemu jam 1-an, dia sudah di TKP duluan. Pas gue intip dari luar, dia berdua temannya," lanjut teman saya. "Wah, perasaan gue langsung nggak enak!" seru dia. "Bisa nebak nggak urusannya?" Saya mikir sebentar, "MLM?" Wajah dia berubah, "Yak, betul! Gue nggak masalah sih dg MLM. Tapi Cip, bisa tebak lagi nggak apa produknya?" Saya langsung terbayang label AM*** di benak, "Am***?" "Mending itu. Ini PEMBALUT (wanita)! Bisa elu bayangin nggak, mereka demonstrasiin produknya di atas meja Hok***! Gue sampe bingung harus bagaimana," cerocos teman saya. Wah, dua cewek mendemonstrasikan produk pembalut ke cowok? "Pake segala disiram air seperti iklan-iklan pembalut gitu!" tambahnya. "Kenapa si Anu pilih elu untuk diprospek ya? Apa karena elu kerja di perusahaan jasa boga? Emang ada hubungan antara tukang masak sama pembalut?" tanya saya. "Itu yang gue bingung. Habis itu gue tanyain teman-teman perempuan di kantor, gimana kalo mereka ditawari produk semacam itu. Karena harganya hampir 4 kali lipat pembalut umumnya, mereka nggak ada yang mau tuh. Meskipun ada manfaat kesehatannya," jawab dia. Hm, entah dikejar target cari down-line, atau melihat prospek pengaruh laki-laki yang bisa memberi kontribusi pembelian PEMBALUT WANITA. Tapi, kok kayaknya ada yang nggak nyambung? Saking heboh kejadian itu buat dia, teman saya tak habis-habis membahas pngalamannya dari sore sampai malam.. 




03 
Tukang pecel lele: Pesan minumnya apa? 
Teman saya:          Es jeruk, bang. 
Tukang pecel lele: Wah, jeruknya abis mas! 
                                Ganti apa? 
Teman saya:          Ogitu. Ya udah, jeruk anget deh. 




04 
"Halo adik-adik! Apa kabar? Kok nggak semangat sih? Udah pada makan beluuum? Udah 'kan? Kalo udah makan harus semangat! Semangatnya mana? Semangat dong kayak kakak gini... Coba kakak panggil lagi, ya? Halo adik-adik! Aaah, payah deh! Kok masih lemes? Katanya udah makan. Udah semua ya? Kakak yg belum nih.." 




05 
Suatu ketika di sebuah kereta Argo Bromo jurusan luar kota, jauhhh dr Jakarta... 
"Kenapa sih gue di-treat seistimewa ini?" kata si cewek. 
"Ya nggak apa-apa, syukuran aja. 'Kan gue udah janji kalau dapat bonus bakal ajak jalan-jalan. Kapan lagi? Gue tahun depan udah pindah kerja," jelas si cowok. 
"Tapi kenapa si Gun mendadak batal ikut? Trus kenapa teman-teman lain nggak diajak?" brondong si cewek. 
"Gun udah berangkat kemarin bareng bapak. Anak-anak nggak ada yang mau ikut," si cowok ngomong. 
"Gue nggak enak nih, nanti ada gosip aneh-aneh di kantor. Udah capek nangkisnya!" jawab si cewek. 
"Samakkk! Kita berteman baik tapi digosipin aneh-aneh. Anak-anak emang jail. Maklum nggak ada kerjaan," imbuh si cowok. 
"Gue sih nggak pernah anggap serius gosip itu. Gue udah menganggap elu seperti kakak. Sama seperti dengan mas Ben dan Woody. Nggak lebih," tambah si cewek. 
"Tapi anak-anak memang heboh banget menjodohkan kita ya? Emm, kalo ternyata gue punya perasaan lain ke elu, gimana?" lanjut si cowok. 
"Enggak ah! Gue nggak mau ngrusak persahabatan kita," tangkis si cewek. 
"Oh gitu. Iya, gue juga nggak mau tuh ngrusak persahabatan. Dasar anak-anak aja pada kompor bleduk ya?" kata si cowok. 
"Tau sendiri mereka iseng banget.Jangan dianggap serius, ngabisin energi!. Gue nggak punya perasaan apa-apa sama elu, mas Ben dan Woody. Murni teman," jawab si cewek. 
"Oke," cowok lagi. 
"Ngomong-ngomong, kenapa elu minta gue bawa baju kondangan? Ada acara apa dulu nih?" tanya si cewek. 
"Oh, itu. Nikahan kakak gue," jawab si cowok. 
"Ha?" si cewek mau pingsan. 




06 
Dalam sebuah ceramah Jumat di masjid pedusunan.. 
"Sesungguhnya perlombaan tujuhbelasan itu HARAM hukumnya! Mengapa? Karena menyiksa umat. Coba bapak-bapak perhatikan bagaimana saudara-saudara kita dibuat menderita, harus naik di sebatang kayu yang licin untuk sekadar memperebutkan barang-barang yang tak seberapa. Apa itu tidak penyiksaan namanya? Kalau memang mau bersadakah, memberi hadiah kepada saudara-saudara kita yang sedang kesusahan atau kekurangan, kenapa tidak diberi langsung saja? Tidak perlu ada penyiksaan seperti dalam perlombaan tujuhbelasan!" 

Coraline: Curiosity kills the cat (and the cat kills the evil!)

Posternya keren banget!
bagi penggemar film horror dan fantasi, "Coraline" adalah salah satu film animasi gothic yang patut ditonton. film super-keren ini cucok banget untuk penonton yang punya any sense of gleefully gruesome childish wonder left; jenis yang antusias dengan dongeng-dongeng Brother Grim's, dan tentu saja animasi gothic ala Tim Burton.


film ini punya banyak poin unggul buat saya: disutradarai oleh Henry Selick of "The Nightmare Before Christmas" (poin nomer satu), diadaptasi dari novel horror jempolannya Neil Gaiman (poin nomer dua), dan dieksekusi dengan animasi stop-motion (poin nomer tiga). jenis animasi ini--sebagai bentuk animasi photorealistic--buat saya lebih menarik secara visual dibandingkan bentuk-bentuk animasi digital. ada nilai estetis yang lebih memuaskan untuk dinikmati oleh indra penglihatan.


untuk Anda penggemar animasi digital buatan Disney dan Dreamworks, dan seringkali berakhir menonton ulang film-filmnya (apalagi yang suka terbawa alur cerita atau tak kuasa menahan linangan air mata saat Wall-E terpisah dari Eve), sepertinya ini bukan animasi untuk Anda. dengan setting yang mostly gelap, kotor, creepy, film ini baik sekali dijadikan semacam 'appetizer' utk sebuah festival film horror dan fantasi. simbol-simbol seram dan hantuisme sudah 'berserakan' di awal cerita. ada boneka voodoo, kucing hitam, lubang sumur misterius, puri tua, dan topeng ala pembunuh di My Bloody Valentine. kuping, tengkuk, pantat dan jempol kaki Anda pasti mulai menegang di 10 menit pertama film diputar. garansi!


secara cerita, film ini masuk kategori untuk anak-anak. pesan moralnya terlalu jelas; tentang bagaimana kita (anak-anak) harus mensyukuri keberadaan ortu, however they might be. karakter utama film ini, si Coraline (suaranya diisi oleh Dakota Fanning), bersama kedua ortunya yang penulis baru pindah ke sebuah puri tua di pedusunan. Coraline menganggap kedua ortunya jauh dari ideal. ibunya terlalu mengatur dan suka tidak memenuhi keinginan Coraline, sementara bapaknya tipe suami-suami takut istri. lengkaplah penderitaan si rambut kebiruan itu karena di hari-hari awal kepindahan, dia asli dicuekin kedua ortunya yang sedang ngejar detlain sebuah gardening catalogue. Coraline yang pemberani dan lagi iseng ini tiba-tiba terbawa ke sebuah ptualangan ajaib lewat sebuah pintu terlarang. mirip-mirip kisah Alice in Wonderland gitu. but this time, in Gothic's style. so kewl! dan alih-alih pakai klenci bloon ato jangkrik culun ala jimmy jangkrik, dipakailah makhluk Tuhan yg paling unik dan misterius sedunia: kucing. gembiraaa banget pas lihat sebuah adegan dimana si kucing hitam menangkap seekor tikus got ngehe, trus dinyam-nyam gitu. hail to the ball of fur! kalianlah binatang sejati pembela kebenaran.. BWAHAHAHA!


kalau dari segi teknis, SUPEEERB! sambil nonton, saya ikut membayangkan ribetnya bikin film ini. animasi photorealistic itu tiap gerakannya dibuat manual. boneka-boneka dari clay atau kertas digerakin tangan lalu dipotret frame per frame, kerjaan orang gila! banyak adegan yang asli nggak kebayang gimana ngerjainnya. seperti waktu Coraline berhasil mengumpulkan 3 mata hantu, lalu tiba-tiba sekelilingnya berubah menjadi abu-abu dan ambrol-ambrolan. trus ketika dia 'dilempar' masuk ke kaca, dipenjara. mungkin ada gabungan efek digital juga. dan hasilnya, cuakep! puas saya nontonnya.

Produksi stop-motion animation; edan banget prosesnya.

Gabungan teknik animasi digital juga nih. Keren kan?

Pas adegan Coraline masuk ke dunia imajinasinya, permainan cahaya dibuat
seperti ini. Realistik banget, dan pasti rumit.

A-must watch item!


Kisah Saraswati & Bima: Surat perpisahan Saraswati [teaser 2]

to: Bima 
fr: Saraswati 

ketika kamu membuka surat ini, aku sudah pergi jauh. aku memutuskan untuk mengambil beasiswa ke Negeri Kincir Angin itu, seperti saranmu. aku harap ini dapat kulakukan dengan baik karena sesungguhnya aku tak mau pergi. aku tak yakin aku bisa menjalaninya. 

bukan, bukan aku meragukan kemampuan akademisku. seperti yg sering ku ungkapkan, rancang bangun sudah menjadi motor yang menggerakkan jiwaku. aku akan mati tanpa menggali pengetahuan teknik sipil & arsitektur. kamu tau kan bagaimana kelakuanku saat kita menyusuri bangunan-bangunan tua yang indah di Jakarta Kota, Singapura, dan London? aku trance! aku bisa hidup di saat itu saja, kamu tau? rasanya aku sudah pulang ke rumah, aku tak perlu kemana-mana lagi.. 

tapi Bima, belakangan gairahku tidak semata untuk bangunan. jiwaku memang haus akan pengetahuan seputar teknik sipil & arsitektur. tapi ragaku butuh yang lain; dia mendambakan kamu. kamu! aku bisa membayangkan ekspresi wajahmu yg siap-siap terbahak. tertawalah, Bima! namun ini bukan bahan candaan yang biasa aku buat. ini dari dalam hatiku, yang terdalam. 

ya Tuhan, aku ngomong apa sih? aku juga bingung, Bima. aku selalu bertanya, mengapa lelaki semenarik kamu bisa berjam-jam menghabiskan waktu dengan perempuan seperti aku? tahukah kamu bahwa keberadaanmu di dekatku merupakan siksaan terberat hidup ini? aku tersiksa! kamu mau tau kenapa? karena seluruh tubuhku, mulai dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki ini, sangat ingin merengkuhmu! 

aku mulai merasakan getaran-getaran aneh itu saat kita membahas desain interior museum seni new york di pojok perpustakaan nasional sore itu. kamu masih ingat? saat kamu tak sengaja menyentuh tanganku ketika ingin menunjukkan halaman 234? aku seperti kena setrum saat itu. aneh. aku tak tau itu apa, tapi aku tau aku harus menjauh darimu. tapi mengapa saat kita di warung roti bakar dua malam selanjutnya, kamu malah menangkup wajahku? aku tidak bisa kamu sentuh, mengerti? malamnya tubuhku meraung, meronta, menjerit, meminta sentuhanmu lagi! 

aku bersyukur setelah itu kamu sibuk dan banyak pekerjaan. telpon-telponku pun jarang kamu angkat. terima kasih, Bima. aku tau aku bodoh dan sakit, tapi aku mendapat pelajaran yang tersirat. aku lalu memaksakan diri untuk bergaul kembali dengan Ita, Rintha, Dewi dan Sanggar. perempuan-perempuan itu pembicaraannya tak aku mengerti! tentang sepatu, baju, salon, pria-pria pesolek yang lemah, orang-orang kaya yang tak tahan terkena pancaran sinar mentari dan terlalu mengagungkan nilai materi.. 

jadi, aku terima saja beasiswa itu. aku sudah tak tahan lagi dalam jerat ini. pagi tadi aku sudah terbang ke seberang sana. aku tak sanggup berpamitan denganmu, maafkan aku. aku tidak bisa lama-lama dekat denganmu. aku tau pertahananku akan luluh saat melihat wajahmu, menjabat tanganmu, memeluk tubuhmu... 

semoga kamu mengerti tindakanku selama ini. aku tau kamu tak mungkin balik mendamba aku. aku semata teman diskusimu tentang rancang bangun 'kan? seperti katamu selama ini. aku merasa tak pantas berdampingan denganmu. teruskanlah hubunganmu dengan Alice, atau Karin. mereka perempuan-perempuan yang sempurna untukmu. aku mendoakan semoga salah satu dari mereka akan menjadi pilihan hatimu. 

aku lega bisa jujur denganmu, meski lewat tulisan. sekarang aku akan belajar melupakanmu. melupakan siksaan nikmat saat di dekatmu. aku tau ini berat, tapi adalah yang terbaik bagi kita. 

jaga dirimu baik-baik, ya? 

temanmu, selamanya.. 

SARASWATI