Life, stranger than fictions..

Welcome to my blog! It's a pleasure to have you here reading my hyperbolic scribbles. Some are archived stuff from my other blogs (inactive ones), some are brand new ideas. My words will be too much, overrated, out of line, dysfunctional, confusing, impractical and sometime don't make any sense. But in a hand, they have released my tense.
So enjoy these imaginarium of free mind. In a case you are interested to drop a line, or jes wanna appreciate any posts, don't be hesitate. Do your deed! Release those hustle-bustle inside your brain!

Sunday, May 29, 2011

hey now, the dream (nightmare) is over



Time flies, things happened. They will for good, with or without your participation. It’s our right to stay idle, walk backward or jes circle in the same round pattern (hey, it’s true!), or move on forward. You might not realize it until you come to a phase of your forty-sumthing anniversay, and you’re exactly the same typical person you knew 20 years ago, inside-out...

Anyhow, there’s a brand new shocking (stupid, ahemmm!) movement from GOM new director (surprisingly, mr. ElSi): no more Ori Magz whatsoever. Why? Because we, the ex- crew have won the pesangon’s number as we previously requested from our PHK. Eh? So you think this is a matter of our sake to do the project?

Hello! Dear mr new director, do you ever consider the fact that Ori Magz do have the largest school’s line customers? More than 100! Maintained by special chanel force that has been working in such an efficient, progressive system, nicely collaborated with the publisher. And you, the outsider, without any further research and field interview, could bring out such a lousy, ill-sensible, lack of knowledge decision to cut its circulation? Duhh. Like Forrest Gump’s mom said, “Stupid is a stupid does...”

However, I must say “Alhamdulillah”. The Almighty has showed me a clarity that this is NOT worthy. Will only time-wasting to think about it, no energy consumption needed in my part. At all. Yay! At last...

So this is the end of Ori Magz. Sad, but I’m now free from mind-bugging dillema. I deserve to strive my long overdue, almost forgotten dreams. And now I choose to be part of this beautiful life. I wanna be me, the happy-go-lucky person, with my distinctive signature that differs me from others. I will quit procrastinating and stereotyping. O Lord, how can I thank You? I’ll be better, I’ll be wiser :)

the last edition. bee mom cooked a special tart to Ori. his last birthday cake


Friday, May 27, 2011

ya, aku ingat semua

Juni sudah di ambang pintu, suasana hati tambah tak karuan. apa jadinya aku nanti, ya? apakah akan lebih baik, atau malah terpuruk sedih? sampai detik ini tak satu pun kesempatan yang aku tanggapi. anehnya, mereka tak jua menepi. padahal aku sedang galau, bahkan untuk tertidur sejenak melupakan kerisauan saja aku rasanya tak sanggup.


di luar segala macam gelombang peristiwa yang mengombang-ambing di masa reses ini, kesadaran atas indahnya kehidupanku kian tebal. betapa hidup layak untuk disyukuri dan dinikmati! tak ada keraguan atas fakta ini.


ingatkah? aku sudah makin piawai dan mentas di bidang ini. bidang yang setengah mati aku geluti dan pelajari, dan bertahun-tahun ia menafkahi kehidupanku dan orang-orang terkasih di sekitarku.


ingatkah? sudah kukenal dan kugauli masyarakatnya, tokoh-tokohnya, orang-orangnya. mereka menjadi idola, guru, teladan, sahabat, saudara, teman, musuh, rekanan kerja. dari mereka kutahu cara yang terbaik, yang terlicik, yang terlucu, dan yang terburuk. dari mereka pula aku pelajari indahnya bersahabat, manisnya berbagi, pahitnya dikecewakan.


ingatkah? tak satu pun teman yang tetap dapat kau percayai. mereka berubah, berevolusi, berganti di setiap musim. tak banyak yang tetap setia di sampingku, tak sedikit yang mencaruti kepercayaanku dan tak sungkan menusuk dari belakang. tapi aku syukuri konsistensi melayani mereka sebagai teman yang baik. aku bangga mengenal mereka.


ingatkah? saat-saat dimana aku rasanya ingin menangis menjerit, memohon ampunan Tuhan atas beban pikiran yang tak kunjung meringan. lalu aku jatuh tergolek, digerogoti penyakit kejiwaan. aku tertatih-tatih memegang tiang terdekat, berusaha bangkit dan berlari lagi. meskipun lukaku tlah sembuh, bekasnya selalu ada dan menjadi kenangan; betapa jalan hidup ini kadang berbatu, tajam dan melukai.


ingatkah? ketika impian seakan sudah di pelupuk mata, dan dalam sekali kedipan ia menghilang entah kemana? hati ini remuk-redam, kedua telapak tanganku lembap, air mata itu meluncur tanpa bisa kukendalikan. bak ukiran es dalam pesta resepsi yang meleleh karena disinari panas yang membara, aku hancur tak berbentuk. puing-puing itu menyatu lagi hanya karena cinta seorang ibu.


ingatkah? bersujud dalam kepasrahan, meminta ampunan dan kekuatan dari-Nya di Negeri Seberang. lalu aku malah dihadapkan kepada keadaan yang duniawi dan rasanya sudah tak penting lagi. namun kobar semangat hidupku menyala, menjilati dahan ranting tertinggi dari harapan dan cita-cita. hingga aku sekarang siap untuk hidup dan menghidupi.




"The Persistence of Memory" by Salvador Dali






































ya, aku ingat semua...

Saturday, May 14, 2011

aku bertanya kepada hayat


aku: kalau ada satu waktu yang ingin kau ulang dan koreksi, momen apa itu?

kelahiranku; aku ingin tiada! biar tak kurasakan cendawan-cendawan asa dan cinta yang menyusutkan jiwa bebasku



aku: kalau kau memiliki kuasa mengatur, apa yang ingin kau ubah?

ketamakan dan ketidakpuasan



aku: kalau kau dapat kesempatan untuk melawan perubahan, apa yang kau lakukan?

menciptakan perubahan yang bermakna



aku: kalau kau diberi waktu untuk menyaksikan akhir dunia, apa rencanamu?

mengakhiri sandiwara ini, segera!



aku: sampai kini kau hidup dan menghidupi, apa yang kau cerna?

cinta tak selalu indah dan mewah



aku: tahap hidup mana kau paling kau suka?

masa depan yang tak pasti



aku: apakah yang paling kau takuti?

aku takut tak bisa mati!